TUGAS SOFTSKILL 1 DAN 2
DISUSUN :
ENAS
KRISPA LORA (27211805)
SITI
SARAH (26211830)
WIJI
TRI CAHYANI (27211395)
KELAS :
1EB22
KELOMPOK : 13
KALIMALANG
MARET 2012
Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
A.Perkembangan
Dana Pembangunan Nasional
Seperti
kita ketahui bangsa kita meminjam dana dari luar negeri entah disebut hibah
maupun pinjaman. Pinjaman sendiri berasal dari kreditor baik itu lembaga maupun
negara sahabat. Pertanyaannya sekarang sudah meratakah pembagunan itu? Dimanakah
dana baik hibah maupun pinjaman itu? Harusnya pemerintah membuka mata bahwa
masih banyak rakyat yang hidup dibawah garis kemiskinan.
Transparan
si dari setiap penggunaan anggaran dana harus sudah mulai dilakukan, hal ini
bertujuan agar masyarakat mengetahui alur dari penggunaan dan pembangunan
tersebut. Ironis jika wakil rakyat membangun gedung mewah namun masih
banyak rakyatnya yang hidup digubuk. Menumbuhkan kepercayaan masyarakat
sangat berpengaruh dalam kelancaran pembangunan agar pembangunan yang
berkesinambungan dan tujuan bangsa Indonesia yaitu kesejahteraan sosial bagi
seluruh rakyat bisa tercapai.
Dari segi perencanaan pembangunan di Indonesia, APBN adalah merupakan konsep
perencanaan pembangunan yang memiliki jangka pendek, karena itulah APBN selalu
disusun setiap tahun.
Seperti
namanya, maka secara garis besar APBN terdiri dari pos-pos seperti di bawah
ini:
dari sisi penerimaan,
terdiri dari pos penerimaan dalam negri dan penerimaan pembangunan.
Sedangkan dari sisi pengeluaran
terdiri dari pos pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan.
APBN disusun agar pengalokasian dana pembangunan dapat berjalan dengan
memperhatikan prinsip berimbang dan dinamis . hal tersebut perlu di perhatikan
mengingat tabungan pemerintah yang berasal dari selisih antara penerimaan dalam
negri dengan pengeluaran rutin ,belum sepenuhnya menutupi kebutuhan biaya
pembangunan di indonesia.
Meskipun dari PELITA ke PELITA jumlah tabungan pemerintah sebagai sumber
pembiayaan pembangunan terbesar , terus mengalami peningkatan , namun
kontribusinya terhadap keseluruhan dana pembangunan yang dibutuhkan masih jauh
dari yang diharapkan.
Untuk menghindari terjadinya defisit anggran pembangunan, indonesia masih
mengupayakan sumber dana dari luar negrimdan meskipun IGGI (Inter Govermmental
Group on Indonesia)bukan lagi menjadi forum internasional yang secara formal
membantu pembiayaan pembangunan di indonesia,namun dengan lahirnya CGI
(Consultative Group on Indonesia) kebutuhan pinjaman luar negri sebagai
dana pembangunan masih dapat diharapkan. yang perlu di ingat bahwa sebaikya
pinjaman tersebut di tempatkan sebagai pelengkap pembangunan dan peran tabungan
pemerintah lah yang tetap harus dominan , bukan sebaliknya.
Penyebab
terjadinya kemerosotan tabungan pemerintah diantaranya adalah :
Terjadinya resesi dunia
yang mengakibatkan turunnya harga minyak bumi, dan beberapa komoditi non-migas
di pasaran dunia , hal ini berpengaruh terhadap turunya penerimaan dalam negri
indonesia .
Merosotnya nilai mata
uang dolar amerika (Depresiasi) terhadap mata uang asing, seperti terhadap yen
jepang dan DM jerman barat.karena niali rupiah ternyata masih dikaitkan dengan
dolar amerika tersebut,maka perekonomian indonesia-pun ikut dirugikan dengan
kejadian tersebut.
Untuk memberi ilustrasi terhadap pengaruh depresiasi dolar terhadap
perekonomian indonesia.
Keadaan sebelum Depresiasi
Indonesia memiliki hutang luar negri kepada jepang , dalam bentuk mata uang yen sebesar 1.000.000 Y , dimana kurs saat itu di asumsikan :
1 $ = Rp 1500
1 $ = 25 Y
Untuk mengetahui nilai hutang indonesia dalam rupiah , kita lakukan perhitungan "Cross Rate" antara rupiah dan Yen perhitngan nya :
Cross Rate Rp/Y = Rp/$ x $/Y = 1.500/1 x 1/25 = 60 , jadi untuk 1 Y akan dihargai Rp 60,- .
dan karna kita memiliki hutang sebesar 1.000.000 Y, maka nilai hutang tersebut dalam rupiah adalah : 1000.000 Y x Rp 60 = Rp 60.000.000
Keadaan setelah depresiasi dolar
1 $ = Rp 1.500
1 $ = 20 Y ( dolar merosot nilainya, artinya di perlukan lebih sedikit yen untuk mendapatkan dolar)
Cross Rate Rupiah terhadap Y = Rp/Y= Rp/$ x $/Y = 1.500/1 x 1/20 = Rp 75/Y
Artinya setelah terjadi depresiasi dolar, nilai 1 yen jepang adalah sama dengan Rp 75 dengan kata lain mata uang rupiah-pun mengalami depresiasi terhadaop yen. sehingga nilai hutang indonesia saat itu menjadi :
1.000.000Y x Rp 75 = Rp 75.000.000
Kesimpulan nya adalah bahwa dengan merosotnya nilai dolar terhadap yen, maka akan menyebabkan nilai hutang luar negri kita terhadap jepang ikut membengkak sebesar Rp 25.000.000 ( Rp 75.000.000-Rp 60.000.000) ..
Keadaan sebelum Depresiasi
Indonesia memiliki hutang luar negri kepada jepang , dalam bentuk mata uang yen sebesar 1.000.000 Y , dimana kurs saat itu di asumsikan :
1 $ = Rp 1500
1 $ = 25 Y
Untuk mengetahui nilai hutang indonesia dalam rupiah , kita lakukan perhitungan "Cross Rate" antara rupiah dan Yen perhitngan nya :
Cross Rate Rp/Y = Rp/$ x $/Y = 1.500/1 x 1/25 = 60 , jadi untuk 1 Y akan dihargai Rp 60,- .
dan karna kita memiliki hutang sebesar 1.000.000 Y, maka nilai hutang tersebut dalam rupiah adalah : 1000.000 Y x Rp 60 = Rp 60.000.000
Keadaan setelah depresiasi dolar
1 $ = Rp 1.500
1 $ = 20 Y ( dolar merosot nilainya, artinya di perlukan lebih sedikit yen untuk mendapatkan dolar)
Cross Rate Rupiah terhadap Y = Rp/Y= Rp/$ x $/Y = 1.500/1 x 1/20 = Rp 75/Y
Artinya setelah terjadi depresiasi dolar, nilai 1 yen jepang adalah sama dengan Rp 75 dengan kata lain mata uang rupiah-pun mengalami depresiasi terhadaop yen. sehingga nilai hutang indonesia saat itu menjadi :
1.000.000Y x Rp 75 = Rp 75.000.000
Kesimpulan nya adalah bahwa dengan merosotnya nilai dolar terhadap yen, maka akan menyebabkan nilai hutang luar negri kita terhadap jepang ikut membengkak sebesar Rp 25.000.000 ( Rp 75.000.000-Rp 60.000.000) ..
B.
PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN
Secara garis besar proses penyusunan anggaran pembangunan di Indonesia sebagai berikut :
Penyusunan anggaran biasanya menggunakan tahun fiskal dan bukan tahunØ masehi sehingga proses pembangunan oleh Departemen atau Lembaga pemerintah Non Departemen sudah dimulai pada tanggal 1 April tahun yang brsangkutan. Oleh keduanya usulan rencana anggaran diajukan dalam bentuk Daftar Usulan Kegiatan (DUK) bagi anggaran rutin dan dalam bentuk Daftar Usulan Proyek (DUP) untuk anggaran pembangunan.
Selanjutnya DUK dan DUP tersebut, antara bulan Agustus dan SeptemberØ akan diajukan dan disampaikan ke BAPPENAS dan Ditjen Anggaran – Departemen Keuangan. Selanjutnya DUK dan DUP tersebut akan di proses oleh BAPPENAS antara bulan Oktober hingga Nopember.
Pada proses tersebut BAPPENAS akan menyesuaikan isi DUK dan DUP denganØ perkiraan penerimaan dalam negeri dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Selanjutnya dalam bulan Desember akan ditentukan batas atas (plafon) anggaran untuk tahun anggaran yang bersangkutan dalam bentuk RAPBN (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)
Pada bulan Januari, setelah RAPBN tersebut dilampiri/disertaiØ keterangan dari pemerintah dengan Nota-Keuangan, akan disampaikan oleh Presiden dihadapan Sidang Dewan Perwakilan Rakyat guna mendapat persetujuan seperti yang tersirat dalam pasal 23 ayat (1) UUD 1945.
Selanjutnya RAPBN tersebut akan dibahas oelh DPR bersama-sama denganØ Menteri atau Kedua Lembaga yang bersangkutan melalui Rapat Kerja Komisi APBN.
Jika dalam pembahasan tersebut dicapai suatu kesepakatam (persetujuan)Ø maka RAPBN untuk tahun anggaran yang bersangkutan tersebut, persetujuannya akan dituangkan dalam Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran.
Selanjutnya Anggaran yang telah disetujui pemerintah tersebut akanØ dituangkan kembali dalam bentuk Daftar Isian Proyek (DIP) Departemen atau Lembaga Pemerintah yang bersangkutan.
TUGAS 2
1. PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA dan PERKIRAAN PENGELUARAN
*. Pekiraan Penerimaan Negara
Secara garis besar sumber penerimaan negara berasal dari :
·
Penerimaan dalam negri
·
Penerimaan pembangunan
Penerimaan dalam negri
Penerimaan dalam negri, untuk tahun tahun awal
setelah masa pemerintahan orde baru masih cukup menggantungkan pada penerimaan
dari ekspor minyak bumi dan gas alam . namun dengan mulai tidak menentunya
harga minyak dunia , maka mulai disadari bahwa ketergantungan penerimaan dari
sektor migas perlu di kurangi. untuk keperluan itu , maka pemerintah menempuh
beberapa kebijaksanaan diantaranya :
·
Deregulasi bidang perbankan (1juni
1983).
·
Deregulasi bidang perpajakan (UU baru, 1
januari 1984), untuk memperbaiki penerimaan negara
·
Kebijaksanaan-kebijaksanaan lain yang
selanjutnya dapat menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan mantap.
Perkiraan
pengeluaran Negara
Secara garis besar,
ppengeluaran negara dikelompokan menjadi 2 yakni :
Pengeluaran Rutin
Pengeluaran rutin negara, adalah pengeluaran yang dapat dikatakan selalu adalah dan telah terencana sebelumnya secara rutin, diantaranya :
* Pengeluaran untuk belanja pegawai
* Pengeluaran untuk belanja barang
* Pengeluaran subsidi daerah otonom
* Pengeluaran untuk membayar bunga dan cicilan hutang
* Pengeluaran lainnya
Pengeluaran Rutin
Pengeluaran rutin negara, adalah pengeluaran yang dapat dikatakan selalu adalah dan telah terencana sebelumnya secara rutin, diantaranya :
* Pengeluaran untuk belanja pegawai
* Pengeluaran untuk belanja barang
* Pengeluaran subsidi daerah otonom
* Pengeluaran untuk membayar bunga dan cicilan hutang
* Pengeluaran lainnya
Pengeluaran
Pembangunan :
-Pengeluaran pembangunan untuk berbagai departemen/lembaga
negara,diantaranya untuk membiayai proyek pembangunan sektoral yang menjadi
tanggung jawab masing-masing departemen/lembaga negara bersangkutan.
-Pengeluaran pembangunan untuk anggran pembangunan daerah (Dati I dan II )
2. Dasar Perhitungan Perkiraan Penerimaan Negara
-Pengeluaran pembangunan untuk anggran pembangunan daerah (Dati I dan II )
2. Dasar Perhitungan Perkiraan Penerimaan Negara
Untuk memperoleh hasil
perkiraan penerimaan negara, ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan.
Hal – hal tersebut adalah :
1. Penerimaan Dalam Negeri Dari Migas
Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah :
• Produksi minyak rata-rata perhari
• Harga rata-rata ekspor minyak mentah
1. Penerimaan Dalam Negeri Dari Migas
Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah :
• Produksi minyak rata-rata perhari
• Harga rata-rata ekspor minyak mentah
2.
Penerimaan Dalam Negeri Diluar Migas
Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah :
• Pajak penghasilan
• Pajak pertambahan nilai
• Bea masuk
• Cukai
• Pajak ekspor
• Pajak bumi dan banguan
• Bea materai
• Pajak lainnya
• Penerimaan bukan pajak
• Penerimaan dari hasil penjualan BBM
• Pajak penghasilan
• Pajak pertambahan nilai
• Bea masuk
• Cukai
• Pajak ekspor
• Pajak bumi dan banguan
• Bea materai
• Pajak lainnya
• Penerimaan bukan pajak
• Penerimaan dari hasil penjualan BBM
3.
Penerimaan Pembangunan
Terdiri dari penerimaan bantuan program dan bantuan proyek.
Terdiri dari penerimaan bantuan program dan bantuan proyek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar